Penulis Konten (Content Writer) adalah profesi yang cukup banyak dicari di era digital ini. Penulis Konten bertanggung jawab menulis artikel, ulasan, hingga Whitepaper. Ya, itu untuk kebutuhan promosi perusahaan. Mereka akan mengolah bermacam kalimat agar narasi yang dibuat menarik untuk dibaca.

Kamu harus tahu! Profesi Penulis Konten ini ternyata ada juga turunannya. Mengingat bahwa menulis konten di situs web harus ramah atau mudah dipahami manusia dan robot google sekaligus, muncullah aturan penulisan yang mematuhi aturan SEO (Search Engine Optimization). Biasanya, tulisan penulisan akan diedit oleh spesialis SEO agar lebih ramah baca untuk mesin pencari, seperti Google, Yandex, Yahoo, dsb.

Menariknya adalah cara baca manusia dengan google sangatlah berbeda, keduanya memiliki sudut pandang yang berbeda dalam satu ranah kerja. Dilain sisi tentu itu bukanlah hal yang baik. Celakanya adalah, spesialis SEO tidak dapat mengikuti Penulis Konten, maka penulisan tersebut tidak dapat dibaca oleh manusia ataupun robot index.

Oleh karena itu, muncul profesi yaitu Penulis Konten SEO. Umumnya Penulis Konten SEO memiliki jobdesc gabungan antara spesialis SEO dengan Penulis Konten, tetapi tidak masuk sampai ranah terlalu jauh.

Lalu, apa yang dilakukan oleh Penulis Konten SEO?

Secara umum, tugas Penulis Konten SEO adalah sebagai berikut :

  • Dalam hal Penulis Konten : Bertanggung jawab menulis artikel yang akan ditampilkan di situs web. Tidak memiliki kewajiban untuk menulis konten dalam brosur, majalah, atau salinan mikro seperti yang dilakukan oleh Penulis Konten
  • Dari sisi SEO Specialist: hanya bertanggung jawab untuk memperbaiki faktor SEO dari artikel dan tidak bertanggung jawab untuk melakukan SEO lainnya seperti Off-Page dan Technical SEO.

Sedangkan secara rinci, Penulis Konten SEO berkewajiban untuk :

  • Memastikan struktur heading tulisan agar mematuhi hierarki heading SEO
  • Menulis dengan tata bahasa yang baik
  • Memastikan ketersambungan antara artikel dan halaman situs lain, dan mencegah adanya artikel yang terputus (tidak nyambung ke mana mana)
  • Membuat struktur outline artikel yang mengikuti kaidah SEO
  • Memastikan kata kunci sudah disebutkan dengan baik di dalam artikel, tanpa mengorbankan keterbacaan
  • Membuat meta title dan meta description artikel

Sehingga Penulis Konten SEO dapat membuat artikel yang benar-benar ramah SEO, alias mudah dibaca dan diindeks oleh mesin pencari tetapi tidak mengorbankan keterbacaan bagi manusia. Terkadang ada perusahaan yang mengharuskan Penulis Konten biasa yang juga harus mengontrol SEO, meskipun hampir tidak mungkin karena tidak semua penulis paham itu SEO.

Baca juga :

KPI (Key Performance Indicator) atau Target Bagi SEO Penulis Konten

Tentu saja kamu tidak dapat bekerja tanpa capaian. Penulis Konten SEO juga memiliki indikator keberhasilan dalam pekerjaannya juga. Berbeda dengan Penulis Konten biasa yang hanya ditargetkan dengan jumlah konten yang dibuat, Penulis Konten SEO tidak hanya menangani konten dalam jumlah tetapi juga harus dapat memiliki posisi yang baik dalam hasil pencarian (SERP – Halaman hasil Hasil Mesin Pencari).

Beberapa KPI Penulis Konten SEO :

  • Traffic dari artikel tersebut dari channel organik
  • Posisi artikel di hasil pencarian Google
  • Jumlah keyword yang ditarget setiap bulannya
  • Jumlah artikel harian

Maka dari itu, Penulis Konten SEO lebih banyak pekerjaan teknis. Karena mereka juga perlu memeriksa artikel teknis terlebih dahulu sebelum dapat dipublikasikan. Belum lagi terkadang mereka juga harus mengedit artikel lama dan menambahkan tautan ke tautan artikel baru yang relevan.

Kedengarannya sulit? kamu dapat mempelajari berbagai seluk beluk SEO di banyak sumber! Blog ini juga akan membahas sedikit tentang dunia SEO yang juga merupakan cabang pemasaran digital.